Di antara kiat-kiat tersebut adalah:
1. Diusahakan melakukan shalat 5 waktu secara tepat waktu dan berjamaah di masjid (bagi laki-laki) kemudian melengkapinya dengan sholat sunnah rawatib.
2. Memprogram aktivitas 24 jam
3. Memahami kebutuhan akal, jasmani dan rohani dan diberikan secara seimbang.
4. Mengetahui keutamaan, nilai, dan pahala yang Allah sediakan untuk orang yang melakukan qiyamul lail.
5. Hindari maksiat dan dosa dan cepatlah istighfar (mohon ampun) ketika melakukan dosa. Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Aku sulit sekali melakukan Qiyamul Lail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan”
6. Mempunyai perasaan bermunajat dengan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Senin, 28 Juni 2010
Tips saat menjalankan ibadah haji
Tips Bugar Saat Ibadah
• Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
• Kurangi kegiatan yang tak perlu
• Istirahat dan tidur cukup
• Makan bergizi dan teratur
• Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
• Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
• Kurangi kegiatan yang tak perlu
• Istirahat dan tidur cukup
• Makan bergizi dan teratur
• Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat khusus dan istimewa karena merupakan bulannya Allah. Disamping itu ada beberapa keistimewaan lain yang ada pada bulan Rajab Selain bulan Ramadhan maka pada bulan Rajab ini juga memiliki banyak keistimewaan, antara lain mendapatkan Ridha, kemuliaan, pahala yang berlipat, permohonan akan dikabulkan serta akan diampuni segala dosan dan akan digantikan dengan amal kebaikan. Luar biasa memang, sekarang semua tergantung anda, apakah akan mengambil peluang ini, akan sakaratul maut akan datang lebih dahulu sebelum kita sempat menikamti keistimewaan ini.Dalam salah satu Hadist, Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulannya ALLAH, maka:
Puasa sunah danpuasa yang diharamkan
Puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).
2. Puasa Nabi Daud.
Nabi saw. bersabda, “Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR al-Bukhârî).
1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).
2. Puasa Nabi Daud.
Nabi saw. bersabda, “Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR al-Bukhârî).
Jumat, 25 Juni 2010
Dzikir
Alhamdulillah. Dzikir itu ada yang ditentukan jumlahnya dan ada yang tidak ditentukan jumlahnya. Dzikir yang yang ditentukan jumlahnya harus berdasarkan dalil dari Rasulullah. Di antara dizikir yang ditentukan jumlahnya adalah seperti dzikir sehabis shalat: Rasulullah s.a.w. bersabda,
Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda, “Barangsiapa yang membaca subhanallah setiap selesai shalat 33 x membaca alhamdulillah 33 x, membaca Allahu Akbar 33x hingga menjadi 99. beliau bersabda lalu disempurnakan menjadi seratus dengan Lâ ilâha lillallah wahdahû lâ syarîkalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli Syaiin qadîr, diampuni dosanya sekalipun seperti buih lautan. (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Barangsiapa membaca: Lâ ilâha lillallah wahdahû lâ syarîkalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli Syaiin qadîr, dalam sehari seratus kali, maka sama dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan. Bacaan tersebut menjadi penghalang baginya dari syetan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada yang menghadirkan yang lebih utama daripada yang dia hadirkan kecuali orang yang lebih banyak membacanya daripadanya.” (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah bersabda, barangsiapa yang membaca subhanallah wabihamdihi pada satu hari seratus kali, dihapuskan kesalahannya sekalipun seperti buih lautan. (HR. Bukhari)
Dari Utsman bin Affan r.a. dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tidak ada seorang hamba pun yang membaca setiap pagi dan sore setiap malam: bismillah lâ yadhurruhu ma’asmihi syaiun fil Ardhi wa lâ fis samâ-I wahuwas samîul alîm. Tiga kali maka tidak akan ada yang memudhuaratkannya sesuatu pun.” (HR. Tirmdzi).
Dan masih banyak lagi contoh lain yang menunjukkan beberapa dzikir yang ditentukan jumlahnya, seperti dzikir waktu pagi dan petang (al-Ma’tsurat).
Adapun penetuan jumlah dzikir dengan jumlah hitungan sekian ribu kali, atau sekian puluh ribu kali, dengan harapan bisa kaya, bisa pintar dan sebagainya adalah tidak ada dalilnya, dan perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan bid’ah, karena Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah melakukannya. Wallahu A’lam bishawwab
Oleh; Abdul Muttaqin
Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda, “Barangsiapa yang membaca subhanallah setiap selesai shalat 33 x membaca alhamdulillah 33 x, membaca Allahu Akbar 33x hingga menjadi 99. beliau bersabda lalu disempurnakan menjadi seratus dengan Lâ ilâha lillallah wahdahû lâ syarîkalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli Syaiin qadîr, diampuni dosanya sekalipun seperti buih lautan. (HR. Muslim).
Di samping itu ada juga dzikir yang ditentukan jumlahnya seperti yang disebutkan dalam dalil-dalil berikut ini:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Barangsiapa membaca: Lâ ilâha lillallah wahdahû lâ syarîkalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli Syaiin qadîr, dalam sehari seratus kali, maka sama dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan. Bacaan tersebut menjadi penghalang baginya dari syetan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada yang menghadirkan yang lebih utama daripada yang dia hadirkan kecuali orang yang lebih banyak membacanya daripadanya.” (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah bersabda, barangsiapa yang membaca subhanallah wabihamdihi pada satu hari seratus kali, dihapuskan kesalahannya sekalipun seperti buih lautan. (HR. Bukhari)
Dari Utsman bin Affan r.a. dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tidak ada seorang hamba pun yang membaca setiap pagi dan sore setiap malam: bismillah lâ yadhurruhu ma’asmihi syaiun fil Ardhi wa lâ fis samâ-I wahuwas samîul alîm. Tiga kali maka tidak akan ada yang memudhuaratkannya sesuatu pun.” (HR. Tirmdzi).
Dan masih banyak lagi contoh lain yang menunjukkan beberapa dzikir yang ditentukan jumlahnya, seperti dzikir waktu pagi dan petang (al-Ma’tsurat).
Adapun penetuan jumlah dzikir dengan jumlah hitungan sekian ribu kali, atau sekian puluh ribu kali, dengan harapan bisa kaya, bisa pintar dan sebagainya adalah tidak ada dalilnya, dan perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan bid’ah, karena Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah melakukannya. Wallahu A’lam bishawwab
Oleh; Abdul Muttaqin
Langganan:
Komentar (Atom)