Sebagai seorang muslim yang baik, Anda tidak asing lagi dengan ibadah shalat. Ibadah khusus sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah. Bahkan secara khusus, Allah memerintahkan kewajiban shalat ini, melalui peristiwa isra’ mi’raj yang monumental. Sehingga sudah selayaknya, Anda menjadikan ibadah shalat sebagai nafas kehidupan.Menjadikan shalat sebagai nafas kehidupan, ini berarti bahwa Anda menjadikan ibadah shalat sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam semua sisi kehidupan. Tentunya, dimanapun Anda berada, dalam kondisi bagaimanapun, Anda senantiasa mengerjakan shalat yang lima waktu (shalat subuh, dzuhur, asar, maghrib dan isya), Anda tidak pernah meninggalkannya.Ada beberapa catatan penting berkaitan dengan ibadah shalat, mudah-mudahan bisa dijadikan renungan dan pemahaman,
sehingga motivasi Anda dalam melaksanakan shalat semakin meningkat.
Sabtu, 29 Mei 2010
Rabu, 26 Mei 2010
Hikmah Disyariatkanya Sholat Berjamaah
Diantara ketinggian syariat Islam bahwasanya ia mewajibakan dalam banyak ibadah perkumpulan yang sama halnay dengan muktamar Islami, berkumpul didalamnya kaum muslimin untuk saling berinteraksi , berkenalan dan berembuk antar sesama dalam perkara-perkara mereka hingga terwujud tolong-menolng dalam menyelesaikan masalah mereka dan dengar pendapat (tukar pikiran) yang didalamnya banyak mengandung manfaat yang besar, faedah yang banyak hingga tak terhitung berupa pengajaran mereka yang bodoh, membantu yang lemah, melunakna hati dan menampakkan keilmuaan Islam. Telah datang wahyu ilahi yang menetapkan hal ini; tidak hanya membidik individu saja dalam amar ma’ruf nahi munggkar tetapi juga kelompok , semua diarahkan dan diberi petunjuk. Allah ta’ala berfirman:
Minggu, 16 Mei 2010
Buah Kebeningan Hati
Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.
Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.
Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.
Urgensi Kedudukan Shalat Dalam Islam
Shalat memiliki ranting tertinggi diantara ibadah-ibadah lainya, bahkan kedudukan terpenting dalam Islam yang tak tertandingi oleh ibadah lain; shalat adalah tiang agana yang tidak bisa tegak agama seseorang kecuali denganya. Allah Aza wazala berfirman:
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(Q.S. An-Nisa’(04) : 103)
Pilar seluruh agama adalah shalat karena ia ibadah yang pertama sebagai konsekwensi iman, tidak ada syariat samawi yang lepas darinya. Telah datang perintah melaksanakanya juga motivasi bagi pelaksananya yang disampaikan oleh lisan para Nabi dan Rasul, karena dampaknya yang besar pada pengelolahan jiwa dan
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(Q.S. An-Nisa’(04) : 103)
Pilar seluruh agama adalah shalat karena ia ibadah yang pertama sebagai konsekwensi iman, tidak ada syariat samawi yang lepas darinya. Telah datang perintah melaksanakanya juga motivasi bagi pelaksananya yang disampaikan oleh lisan para Nabi dan Rasul, karena dampaknya yang besar pada pengelolahan jiwa dan
Jumat, 14 Mei 2010
Makna Dua Kalimat Thoyibah
Sering kita sebaga umat muslim khususnya, mengetahui apa itu syahadat bahkan ada juga yang tidak mengetahuinya, ini sangat memperihatinkan. Lantas bagaimana kita sebagai da'i agar kiranya makna Syahadat ini bisa sampai kepada orang yang belum mengetahuinya. Kalimat syahadat artinya adlah kesaksian kita sebagai hamba yang menakini adanya Allah swt, lalu bagaimana kita memaknai syahadat itu sendiri? Tentunya kita masih banyak pertanyaan. Ketika kita bersyahadat berarti seluruh anggota tubuh kita, baik itu penglihatan, lisan, telinga
dan sebagainya. Semuanya bersyahadat kepadanya, dan ini bukan saja seperti kita berikrar tetapi seuah pengabdian kita sebagai hambanya, Syahadat ini juga merupakan pekerjaan hati karena ketika hati seseorang
dan sebagainya. Semuanya bersyahadat kepadanya, dan ini bukan saja seperti kita berikrar tetapi seuah pengabdian kita sebagai hambanya, Syahadat ini juga merupakan pekerjaan hati karena ketika hati seseorang
Langganan:
Komentar (Atom)