Minggu, 16 Mei 2010

Urgensi Kedudukan Shalat Dalam Islam

Shalat memiliki ranting tertinggi diantara ibadah-ibadah lainya, bahkan kedudukan terpenting dalam Islam yang tak tertandingi oleh ibadah lain; shalat adalah tiang agana yang tidak bisa tegak agama seseorang kecuali denganya. Allah Aza wazala berfirman:

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(Q.S. An-Nisa’(04) : 103)



Pilar seluruh agama adalah shalat karena ia ibadah yang pertama sebagai konsekwensi iman, tidak ada syariat samawi yang lepas darinya. Telah datang perintah melaksanakanya juga motivasi bagi pelaksananya yang disampaikan oleh lisan para Nabi dan Rasul, karena dampaknya yang besar pada pengelolahan jiwa dan
pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah. Tidak ada sesuatu yang tebukti ampuh memperbaiki jiwa dan

meluruskannya serta mengajakanya pada kemuliaan juga akhlak yang tinggi selain shalat.



Nabi Ibrahim as telah menyeru Rabbnya yang terekam dalam firman Allah:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat,..”. (QS. Ibrahim (14) : 40)



Allah berfirman dalam perkara Ismail as:

Dan ia menyuruh ahlinya untuk bershalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. (QS. Maryam (19) : 55)


Allah berfirman saat berdialog dengan Musa as:

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha (20) : 14)



Dan Isa as membicarakan nikmat Allah atas dirinya lalu berkata seperti apa yang dikutip dalam Al-Quran:

"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS. Maryam (19) : 31)



Allah berfirman dalam menyeru Nabi kita Saw:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha (20) : 132)




Benarlah bahwa shlaat adalah pokok dari Islam dan tiangnya, ia adalah penghubung seorang hamba yang sadar akan kehambaanya, yang menasehati dirinya, dengan Tuhanya yang selalu memeliharanya dan memelihara alam semesta dengan nikmat-nikmat dan keutamaan–Nya. Shalat adalah tanda cinta seorang hnmba kepada Rabbnya dan penhargaan atas nikmat-nikma-Nya juga merupakan bentuk syukur hamba atas karunia dan kebaika-Nya.



Anwar Sururi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Visitor

free counters